La Primavera by Sandro Botticelli: Sorak Sorai Musim Semi Baru

 

Sumber gambar: Brittanica

La Primavera merupakan sebuah karya seni obyektif yang jarang ada dan semakin dicermati semakin mengungkap lebih banyak lagi pemaknaan majemuk yang memesona. Seperti terefleksi di dalamnya sesuatu keteraturan yang eksis secara obyektif tetapi tak bisa dijelaskan asal usulnya. Rasa ingin tahu orang yang mengamati gambar, dengan demikian senantiasa menerima asupan baru.

Lukisan Primavera ini dipesan oleh Lorenzo di Pierfrancesco de’ Medici untuk perayaan pernikahannya dengan Seramide. Keduanya menikah di usia yang masih belia dan belum mengenal satu sama lain secara menyeluruh. Zephyr dan Nymph melambangkan di dalam cinta atau pernikahan, ada dominasi laki-laki dan perempuannya tersendiri. Laki-laki dan perempuan memiliki peran masing-masing dalam percintaan dan memiliki tempat tersendiri untuk didominasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kedua pengantin muda itu.

Teknik yang digunakan untuk melukis Primavera adalah egg tempera. Egg tempera adalah suatu cara melukis dengan menggunakan kuning telur murni yang dicampur dengan warna pada cat. Biasanya untuk mewarnai kulit, didasari oleh warna ocre terlebih dahulu, lalu ditimpa dengan warna putih yang dicampur dengan kuning telur. Penggunaan kuning telur membuat warna kulit manusia pada lukisan terlihat lebih nyata, halus seperti menembus sampai kemerahan semu warna daging di balik kulit.

Sebagian besar kritikus sepakat bahwa lukisan itu adalah alegori yang didasarkan pada pertumbuhan musim semi yang subur , tetapi penjelasan tentang makna pastinya bervariasi, meskipun banyak yang melibatkan Neoplatonisme Renaisans yang saat itu memikat kalangan intelektual di Florence.

Dalam La Primavera, Botticelli menciptakan adegan yang hidup yang mencakup, dari kiri ke kanan, tokoh-tokoh mitologi Merkurius; Tiga Dewi Anugerah; Venus, dewi cinta; nimfa Chloris; Flora, dewi kesuburan; dan angin barat Zephyr. Di atas mereka, Cupid, dewa cinta erotis, mengarahkan panahnya ke Tiga Dewi Anugerah. Lukisan ini penuh dengan referensi simbolis, seperti jeruk di pohon yang melambangkan kesuburan dan mawar yang mewakili kemurnian Venus. Latar belakang hijau yang rimbun dan banyaknya bunga serta dedaunan menekankan tema musim semi dan pembaharuan.

Botticelli sangat dipengaruhi oleh jenis filsafat ini. Lukisan Primavera juga kontroversial karena kurangnya data yang berkaitan dengan komposisi aslinya. Meskipun tidak ada sumber pasti yang membuktikan tanggal pembuatannya, lukisan ini didasarkan pada pertumbuhan di musim semi. 

Hingga saat ini, lukisan La Primavera dapat anda temui di Galleri Uffizi di Florence, bersama dengan karya-karya Botticelli lainnya disana.

Referensi sumber: TheIndianExpress, Brittanica

Share:

0 Comments

Total Tayangan