The Lion Hunt by Raden Saleh: Perburuan Orientalis Sang Raden
Raden Saleh Sjarif Boestaman (1811-1880) atau lebih dikenal sebagai Raden Saleh merupakan seorang pelukis atau seniman beraliran modern pertama di Indonesia. Tumbuh di wilayah bekas koloni Belanda di Jawa, sejak muda Saleh telah melihat berburu sebagai hobi favorit penguasa kolonial. Aktivitas ini jugalah yang menjadi inspirasi motif favoritnya dalam melukis.
Sosok yang kemudian dijuluki sebagai Der Schwarze Prinz (Pangeran Hitam) ini menjadi wajah pertama Indonesia yang menjejaki bumi eropa untuk belajar seni.
Lukisan-lukisan Raden Saleh telah tersebar di berbagai penjuru dunia, beberapa bahkan terjual dengan harga miliaran dolar. Selain sebagai pencetus lahirnya aliran orientalis di Jerman, Raden Saleh juga dianggap sebagai bapak seni lukis modern Indonesia.
“The Lion Hunt” menjadi karya Saleh yang tak kalah terkenal dengan lukisan penangkapan Diponegoro. Bahkan, menurut Direktur Nauhaus, lukisan ini dijual seharga hampir dua juta Euro pada tahun 2011.
Dilansir dari Jakarta Globe, terdapat dua versi dari lukisan Perburuan Singa oleh Raden Saleh. Pertama yang diciptakan pada tahun 1840, dan satu yang lain dibuat satu tahun setelahnya dengan komposisi yang lebih matang.
Dilukis ketika Saleh tinggal di Dresden, seri Perburuan Singa menjadi salah satu lukisan adegan berburu yang paling awal diciptakan oleh Raden Saleh. Lukisan-lukisan ini memikat para pecinta seni Jerman, yang saat itu memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang wilayah Timur.
Saleh mulai mempelajari hewan liar dan melukis singa selama tahun-tahun terakhirnya di Den Haag ketika ia mengunjungi pertunjukan hewan liar di Den Haag dan Haarlem yang diselenggarakan oleh penjinak hewan terkenal Prancis, Henri Martin (1793–1882). Selain singa, ia juga mempelajari banyak hewan liar seperti harimau.
Lukisan Perburuan Singa versi tahun 1840 kini menjadi koleksi pribadi, dengan versi berikutnya dapat dilihat di Museum Seni Nasional Latvia. Lukisan itu berakhir di negara Baltik melalui tangan pedagang Jerman-Baltik, Friedrich Brederlo yang membelinya di Dresden dan kemudian menjualnya di Riga bersama lukisan seniman lain.
Sumber: artsandculture.google.com
0 Comments